Monday, October 09, 2017

No Preconceptions, Please.

Pada satu titik saya merasa begitu terjebak dalam sebuah asumsi, persepsi, dan ilusi seorang manusia terhadap manusia lainnya, yang adalah saya. Yang entah apa. 

Menyedihkannya, tak ada pula kerendahan hati terhadap kesempatan memberi dan diberi ruang bicara. Setiap orang berhak mendapatkannya, bukan? Untuk sekedar mengkonfirmasi, terlebih mencari tahu kebenarannya sendiri. Bukannya dihakimi begitu saja. 

Entah berapa kali hidup mengajarkan, bahwa asumsi tanpa konfirmasi seringkali hanya menyesatkan. 



Friday, August 11, 2017

Setidaknya

Pertama kalinya dalam seumur hidup dalam keadaan sadar, bukan lagi sekedar hubungan antara orangtua dan anak lelaki kecilnya, saya memeluk kedua orangtua saya. 

Seketika lubang-lubang kosong dari hati saya serasa terisi kembali sebagian. Kemudian memahami arti melepas dengan rela. Mengampuni apapun kesalahan mereka sebagai manusia. Membebastugaskan segala tanggung jawab mereka terhadap saya. 

Meskipun sebagian lainnya masih berlubang. Setengah penuh. 

Setidaknya. 

Wednesday, June 14, 2017

Penggenap Teduh


Semesta membawa pada sebuah perjalan untuk setiap yang saatnya tepat. 

Tanpa harus ada usaha yang sia-sia, tak perlu dengan dusta, tak merasa harus berpura-pura. Mendekati sempurna. 

Mudah. Tak memberi susah. Tak berakibat resah. Dan terasa sungguh megah. 

Ia yang hadir bukan karena datang, adalah saat saling menemukan. Semoga tak perlu ada saatnya pergi. 

Menggenapkan keteduhan. 



to the future we surrender! Life's to live and love's to love. ~ FLOAT. 




Wednesday, May 03, 2017

Kembali Bertemu Teduh

Kepada semesta saya mulai belajar berpasrah. 
Menyerahkan hidup untuk tetap ada dan cukup dengan seadanya. 
Menyederhanakan hal dengan menjadi rela. 
Menelusuri perjalanan dengan sewajarnya tak lagi banyak meminta. Cukup menikmati saja apa yang tersaji didepan mata. 

Kemudian saya merasa utuh. 
Akhirnya jiwa mendapati penuh. 

Pula akhirnya saya kembali bertemu dengan teduh. 

Monday, April 10, 2017

Terbentur Batu, Menyentuh Ujung Kuku.

Seringkali di masa yang belum lama, mengucap "tahu apa kamu soal saya?
Kepada sesiapa yang mudahnya berasumsi bahkan menghakimi.

Saturday, April 08, 2017

Dimanakah Kamu?

Disuatu ketika di tahun 2007, menghabiskan waktu dengan menikmati mall yang masih tergolong baru kala itu, seruput Mexican Iced Coffee kegemaran sambil update html myspace saat itu, menonton film "3 Hari Untuk Selamanya" di bioskop baru yang mengusung  konsep seru pengancam twentyone masa itu, menyaksikan pertunjukan langsung Float pertama kalinya. Lagu "Sementara" yang bercerita seolah  diciptakan untuk saya ketika itu. 

Jangan dikira saya tengah dijebak masa lalu. Ia tak akan menjebak, jika memang tak pernah beranjak. 


Tuesday, April 04, 2017

Saya Adalah Korban Pelecehan Seksual Pada Anak.

  
Sekilas, saya tengah mendapati photo masa kanak-kanak saya. Dibalik senyum malu-malu kala itu, saya sudah menyimpan ingatan kelabu yang terus mengganggu. Sampai kini.